Skip navigation

Setiap orang berhak bahagia. Juga kamu.

Kamu tahu bahwa aku pernah berharap untuk mencintaimu dengan sempurna. Tapi kita berdua tahu. Tidak pernah ada cinta yang benar benar sempurna. Selalu ada sumbing dan bopeng muka perasaan yang kita sebut cinta. Namun ini tak berarti kamu boleh menjadi egois dan memenuhi kesenangan sendiri dengan sepuas-puasnya. Kamu adalah ceriminan hidup orang lain atas dirimu sendiri. 

Pada akhirnya akan ada sunyi yang kita rasakan sendiri. Kesunyian itu merebut kebahagiaanmu. Tapi percayalah, akan ada bagian lain dari dirimu yang tahan menghadapinya. Setiap sepi mendewasakanmu. Pelan-pelan ia mengajarimu untuk tegak berdiri sendiri dan menjadi dewasa dengan sebaik-baiknya. Kesunyian itu membentuk hidupmu, menciptakanmu dari tanah liat yang basah, buruk rupa dan tak berbentuk menjadi kehidupan yang lain.

Cinta tidak menyakiti, tapi tentu saat mencintai kita bisa merasakan sakit. Tidak ada kehendak menyakiti dalam cinta, kamu tahu itu. Tapi kamu tahu aku tak punya kesadaran demikian. Kita belajar untuk berdiri dan berlari, tapi seringkali kita dibiarkan jatuh untuk belajar bangkit sendiri. Luka tak bisa dihindari, tapi kita, kamu dan aku bisa memilih untuk tidak melukai orang lain.

Kini aku hanya mampu merindukanmu diam diam. Kita belajar bicara tanpa bahasa. Kata-kata sudah terlampau lelah untuk bisa dipercaya. Aku mencintaimu dengan segala keburukan dan kedhaifanku. Manusia bisa jadi lemah, tapi ia bisa memilih untuk belajar kuat demi yang dicintai. Aku memilih untuk jadi lemah dan bodoh. Kamu bisa mengerti ini. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: