Skip navigation

Kekasihku yang manis meski tanpa riasan.

Kutuliskan rindu beserta beberapa buah doa yang kupetik ketika subuh baru saja datang dan matahari menyisingkan cahayanya yang silau. ada beberapa sajak cinta, sepotong maaf dan selembar harapan. Bahwa kelak ketika kita bertemu. Aku dan kau akan berhenti bertengkar, perdebatan Kita hanya akan bicara tentang puisi, tentang air panas, ranjang yang empuk dan berpelukan seraya berpikir bahwa pagi hari adalah saat yang paling purna untuk kembali tidur dan tidak berpikir tentang masa depan.

Kekasihku yang lugu meski selalu ragu.

Kutitipkan pula sekarung harapan yang kusiangi pelan-pelan agar seluruh tubuhnya sempurna dan segar ketika sampai padamu di barat sana. Karung itu kupinjam dari si caur yang baru pulang dari pulau seberang setelah sewindu ia mengadu nasib di tanah yang keras. Karung itu ia bilang bisa menyimpan harapan yang paling liar, paling bengis dan yang paling nakal sekalipun. Tentu saja sayangku, harapanku ini tak berjenis demikian. Harapanku adalah rintik haru tangisan kita seusai pertengkaran yang sengit. Kita seringkali lupa betapa cinta itu yang melandasi luka. Kuharap kau disana menyimpan banyak perban dan obat merah. Karena ketika kusiangi harapan-harapan itu, beberapa durinya menusukku. Semoga bekas darahnya telah bersih kuseka dan kau tak perlu tertusuk duri yang sama.

Kekasihku yang lucu meski selalu cemberut.

Kubacakan sepenggal berita tentang harga kredit rumah yang naik hingga mencekik gaji kita yang tak seberapa itu. Mampukah kita masih bermimpi tentang rumah dengan sebuah halaman sederhana di belakangnya? Tentang rumah dengan petak kebun bunga, sayur bayam dan kolam ikan. Sehingga jika pagi kukuk ayam jantan brengsek itu membangunkanku dari tidur yang hanya beberapa jam itu. Harga kredit rumah yang kepalang brengsek ini apakah akan membuat kita bekerja seperti kuda? Kau dan aku dan mungkin beberapa anak kita? Entahlah kasihku.

Kekasihku yang santun meski selalu manyun.

Kuingatkan kau untuk tak pernah lupa sholat subuh. apa yang lebih asyik dari itu? Ketika sebagian dari kita tenggelam dalam tidur pulas setelah semalaman berpesta hingga pagi. Kau dengan kerudung putih dan membawa al-quran membacakan surat-surat tuhan.. Aku yang sudah lupa makna beribadah ini hanya bisa mendekati tuhan dengan memandangimu menjadi salih. Aku lupa cara membaca Al Quran. Juga lupa cara mengucap takbir. Tapi semua itu hanya sementara. Semoga.

Kekasihku yang baik dan tak pernah mendendam.

Kulantunkan sepenggal lagu lily allen untukmu. Somewhere Only We Know. Bahwa kau dan aku adalah sepasang ugly people yang saling mencintai. Kita lebih sering bertengkar daripada jumlah presiden SBY mengucapkan kata prihatin. Kita lebih sering diam-diam ngambek serupa anak SMP berdebat perihal remeh temeh konyol daripada jumlah kita saling merayu dan bertemu. Tapi bukankah hal yang demikian membuat kita bebas untuk jadi diri sendiri? Jujur dan memahami satu sama lain?

Kekasihku yang jauh. Sudah ya? Aku harus kerja lagi agar bisa kita caoai semua keinginan kita dan kita bisa menikah. Mungkin agak lama. Tapi lebih baik daripada kita berkelahi lagi bukan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: