Skip navigation

Perempuanku yang manis, kamu dan aku tahu, kamu tak benar-benar mencintaiku. Kamu hanya kesepian. Hanya sedang merasa sendu karena perpisahan. Kamu sedang goyah, juga aku sedang lengah. Kita pura-pura saling mencintai. Barangkali benar-benar cinta, tapi tak benar benar berani untuk kemudian menunjukan cinta itu dan perasaa itu. Kamu tahu ini, karena kamu menyadari aku bukan lelaki yang mampu bersetia hanya dengan satu perempuan Aku bukan manusia hebat yang mengagungkan kesucian. Aku adalah segala hal yang bernama hina dan perselingkuhan.

Kekasihku yang berhidung mungil. Perempuan yang maha luka bernama. Kamu tentu paham, kesetiaan adalah konsep yang absurd. Ia memaksa manusia untuk kemudian menjadi tuhan. Tuhan tak ingin umatnya syirik dengan menyukutukan dirinya dengan yang lain. Kamu tahu ini, karena kamu yang berusaha untuk setia pernah ditikam pengkhianatan. Aku pun demikian. Aku tak pernah percaya bahwa manusia kan mampu hidup sendiri, tapi bukan berarti ia bisa bertahan hanya dengan seorang saja. Kamu dan aku tahu, sebagai manusia, menjadi rakus adalah sifat lahiriah.

Gadisku yang manis. Kamu tahu, seperti juga aku, mustahil memintaku bersetia. Seperti aku juga mustahil memintamu menerima persekutuanku. Kamu tak berhak menilaiku rendah, juga seperti hak bagiku tak menilaimu mulia karena bersetia. Bagi kita ada nilai yang berbeda, ada tujuan yang tak sama dan sebuah penghargaan terhadap apa yang masing-masing kita yakini. Kamu menyadari ini, kelak,saat kamu memutuskan untuk berpisah. Tak perlu menyesal karena hubungan kita berakhir, tapi ingat bahwa kita pernah bersama.

Negativitas punya rupa pesonanya sendiri gadisku. Seperti juga langit, dunia bersepakat, surga bukan tempat yang indah bagiku. Di sana terlalu banyak perempuan untuk satu lelaki, atau terlalu banyak lelaki untuk satu perempuan. Sementara dunia, beserta segala yang fana ini memberimu rupa lain hidup yang perih. Mencintai dengan berbagi tubuh. Kecemburuan juga harga diri yang terlampau tinggi membuat kita lupa. Cinta adalah perihal menerima. Sementara kesetiaan, ya kesetiaan, membutuhkan kesepkatan dengan ikatan-ikatan yang jelas. (FROM:ADB)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: