Skip navigation

Yaah, tiga tahun lalu aku masih melihatnya dikampus, dan kita mulai acuh tak acuh, tak ada kata dan omongan yang terucap dari kedua bibir kami.

Gw pun tak tau apa yang  menjadi permasalahan waktu itu, gw pun tidak sadar kalau waktu itu kita pun sudah memutuskan berpisah. Mungkin waktu itu kami berdua masih berada dimana ego kami sedang tinggi-tingginya. gw pun suka memaksakan ego-gw, masih ingin menang sendiri, yaah mungkin masih keadaan anak kuliahan.

gw pun, dua tahun yang lalu, masih berpapasannya dengannya, walau kami sudah saling berpaling muka, dan sering kali teman-temanku bercanda kepada ku bahwa ada Dia di deket ku atau sewaktu kami berpapasan.

Semenjak aku sudah lulus kuliah 2 tahun lalu, aku sudah tidak bertemu dengannya, sms-an, telpon, bahkan silaturahmi ke rumahnya. Yaah, aku mengakui gw yang salah di situasi ini, tanpa ada komunikasi yang baik waktu kami sudah berpisah.

Tidak tau mengapa sebulan yang lalu tersirat lagi pikiran ku tentang dia, gw pun mulai menjadi stalker untuk mengetahui keadaannya sekarang…hahahahahaha. Yaah, namanya sudah tidak berhubungan begitu lama dan aku pun sudah tidak punya no hpnya.

Tiga minggu lalu aku memberanikan diri untuk menelponnya, dan ia pun mengangkatnya, waktu ingin berkata sangat sulit mulut ini mengucap, tapi rasa rindu ini sudah menumpuk akupun akhirnya menyapa lewat telpon, tidak lama aku menelponnya.

Waktu kami mengobrol tanggapannya pun baik dan rasa gembira dari ucapannya pun tergambar dari nadanya, tapi sayang waktu itu saya ada di kantor dan pada hari berikutnya saya harus berangkat ke tambang di Kalimantan selama seminggu, harapanku untuk kembali semakin meninggi.

Kali ini aku bukan kembali karena nafsu ku, tapi aku ingin membayar kesalahan ku selama tiga tahun lebih yang telah lost contact dengannya, dan kesalahanku yang telah ku perbuat selama pacaran dulu. Aku ingin membahagiakannya, rencana pun sudah aku gambarkan dalam pikiranku bila aku kembali dengannya kelak.

Dan berangkatlah aku ke Kalimantan, maklum hidup di camp tambang terkadang sinyal untuk Blackberry kadang tidak bagus sehingga kadang aku malas membuka hp ku, selain itu  setiap hari aku full di lapangan dari pagi sampai sore hari…yaah namanya mencari biaya hidup…hehehehe…

Setelah tiga hari di daerah senakin, gw pindah ke daerah pulau laut utara, tempatku disini lebih dekat dengan pemukiman penduduk walaupun tempatnya dipinggir laut. Suasana malam di NPLCT sangatlah romantis dimana suara debur ombak saling menyapa dan kelap-kelip lampu conveyor menuju CBU yang sangat tertata rapi.

Disinilah aku mengingatnya kembali, niatnya untuk meneruskan pembicaraan ku yang kemaren sempat terputus, karena disini sinyal lebih baik, aku pun memutuskan untuk menelponnya, senang rasanya telponku langsung diangkatnya, tetapi nada bicara dan logatnya sepertinya  aku mengganggu dia, memang dia mengaku sedang ada pembicaraan serius dengan orang tuanya, aku pun percaya, karena aku saat ini sebetulnya selain ingin kembali padaNya, aku juga ingin menjalin silaturahmi yang sudah putus selama itu.

Singkat cerita, aku saat itu masih berada di NPLCT, aku melihat Whatsapp dia dan sedikit berpikir siapakah dia??? Bukan masalah dianya tapi orang yang disebelahnya, disitu pun aku mulai cukup berpikir keras, tapi karena padatnya pekerjaan, pikiranku mulai terpecah antara memecahkan siapakah cowo yang ada di Propict WAnya dengan pekerjaanku…

Ingin sekali aku bertemu dengannya, bukan hanya untuk mengobrol tapi untuk mengkonfirmasi siapakah pria yang ada di dalam propictnya itu..akhirnya akupun pulang ke Jakarta, aku sempat contact dia untuk bertemu, tapi mungkin pekerjaannya yang sibuk ia pun tidak bisa saya temui, dan apesnya lagi saya disuruh balik ke Kalimantan lagi.

Disinilah aku mulai bingung, pekerjaan ku pun sepertinya pengen gw tinggalkan untuk ingin bertemu dengan dia sekali saja, dengan tujuan menanyakan tentang itu. Disini tingkat profesionalitasku diuji…hahahaha…yaaah namanya nasib jauh dari mana-mana kalau udah di pulau orang….

Hari demi hari pun aku tempuh disana tanpa ada jawaban dari siapa pun, saya bingung terkadang propictnya ganti menjadi sendiri tapi terkadang berdua dengan lelaki itu. Aaah saya baru inget, walau saya belum memfollow twitternya tapi saya tau nama akunnya, ahahahahahaha…. Jadi stalker lagi….

saya membaca riwayat twitnya dengan pria yang suspek berwajah sama dengan foto di propict WAnya, tapi walau begitu aku pun harus tetap mengkonfirmasi  dan tenang, bukan karena apa-apa, disini juga saya dikejar deadline pekerjaan…heheheheh

Waktu pulang saya ke Jakarta pun telah tiba, sesampainya di Jakarta aku pun ingin mengkonfirmasinya, tapi bukan dengannya, tetapi dengan temannya, temannya ini adalah teman sekelasku waktu dibangku kuliah.

Aku pun mengobrol dengan dia cukup lama, dan jawabannya pun memang begitu adanya, ia pun telah memiliki cowo lagi, ia mengatakan cowonya itu sekarang lebih dewasa daripada dia, dari segi umur dan wataknya. Yaah namanya nasib, dari situ, aku sampai sekarang belum pernah lagi bertemu dengannya, untuk menebus kesalahan ku yang dulu telah aku perbuat kepadanya, memang hak dia untuk tidak ingin bertemu denganku.

Setelah mendapat penjelasannya dari temannya tadi, aku pun cukup lega dan sedikit kecewa, mungkin dia memang jodohnya, dan aku menjadi masa lalunya, yang selama 1 tahun 5 bulan bersama selama masih di bangku kuliah dulu.

Terbersit penyesalan dalam diriku karena tidak bisa membahagiakan dia di saat aku seperti ini, ia dipandanganku saat ini, seperti anak yang hilang dan sudah bertemu rumahnya kembali, aku saat ini hanya bisa berdoa yang terbaik untuknya, semoga hubungannya langgeng, sampai nanti kejenjang yang lebih jauh.

Saya pun sekarang masih meneruskan kesendirian saya…hahahahaha, kalah saya sama kapal panamac, dia aja ada tempat peraduannya…hahahaha, saya juga seperti ditertawakan oleh alam ini, kemana saja kau kawan baru berpikir sekarang tentang dirinya…..yaah namanya sudah punya orang, dan saya bukan tipe pria yang suka mengganggu hubungan seseorang…yaah saya tetap tawakal aja, sambil ikhtiar semoga saya pun dapat yang terbaik dari yang maha kuasa. Amin

Mungkin aku orang yang kolot, aku masih berpedoman pada kata-kata ini “menggapai cinta baru tak semudah membuang cinta lama begitu saja. Ada rasa dan asa yang lebih dulu harus dilenyapkan”.

FYI, hehehehe, semenjak saya putus sama dia,saya belum pernah jadian dengan seorang cewe pun, walaupun saya tidak munafik, saya sempat dekat dengan cewe, tapi hanya sebatas teman pada akhirnya…

Saya hanya bisa berpesan kepada dia “kamu yang akan menentukan akhir dari apa yang sedang kamu jalani, bukan orang lain”, semoga dia membacanya.

Tetapi gw masih percaya bahwa gw dan dia tidak pernah benar-benar berpisah, gw dan dia tidak pernah benar-benar kalah, hanya saja kita terpaksa mengikuti arah”.

—Fin—

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: