Skip navigation

Komunikasi Massa

Nama : Taufiq Bernadi

Tanggal : 31 Maret 2009

A.Teori Masyarakat Massa

Teori ini menekankan ketergantungan timbal balik antar institusi yang memegang kekuasaan dan integrasi media terhadap sumber kekuasaan sosial dan otoritas. Teori masyarakat massa memberikan kedudukan terhormat kepada media sebagai penggerak dan pengaman masyarakat massa. Teori ini juga sangat mengunggulkan gagasan yang menyatakan bahwa media menyuguhkan pandangan tentang dunia.

B.Marxisme- Pandangan Klasik

Media merupakan alat produksi yang disesuaikan dengan tipe umum industri kapitalis beserta faktor produksi dan hubumgan produksinya. Media cenderung dimonopoli oleh kelas kapitalis, yang penangannya dilaksanakan baik secara nasional maupun internasional untuk kepentingan kelas sosial tertentu. Kompleksitas gagasan marxis tersebut mendorong lahirnya analisis media modern yang dipengaruhi oleh ide marxis, yakni politik-ekonomi, teori kritik, teori hegemoni media.

C.Teori Media Politik-Media

Teori ini  mengemukakan tentang ketergantugan ideologi pada kekuatan ekonomi dan megarahkan kepada struktur media dan kekuatan pasar. Kekuatan ekonomi masyarakat di produksi oleh media. Kekuatan pasar sangat membuat media untuk membentuk suatu publik yang di tentukan oleh media dan pasar.

D.Teori Hegemoni Media

Teori ini kurang memusatkatkan perhatian pada faktor ekonomi dan struktur ideologi yang mengunggulkan kelas tertentu, tetapi lebih menekankan ideologi itu sendiri, bentuk ekspresi, cara penerapan, dan mekanisme yang dijalankannya untuk mempertahankan dan mengembangkan diri melalui kepatuhan para korbannya (kelas pekerja), sehingga upaya itu berhasil mempengaruhi dan membentuk alam pikiran mereka.

E.Mazhab Frankfurt

Aliran Frankfurt sering disebut sebagai marxis ketiga, dalam hal ini budaya massa yang bersifat komersial dan universal merupakan sarana utama agar terbentuknya sistem monopoli modal. Sistem kapitalisme menekankan pada tingkatan rasionalisme teknologi, konsumerisme, kesenangan jangka pendek dan mitos tanpa kelas. Aliran Frankfurt ditujukan pada aspek media sebagai suatu perubahan  dengan pendekatan hegemoni, yang mengkombinasikan pandangan serba media dengan mendominasi satu kelas sosial dengan segi sosial dan material.

F.Pendekatan Sosial- Budaya

Pendekatan sosial-budaya berpandangan bahwa kebudayaan saling berkaitan erat dengan kegiatan sosial, sehingga semua kegiatan tersebut merupakan bentuk kegiatan manusia yang berlaku dimana-mana. Disamping itu, pendekatan budaya menentang pendekatan superstuktur yang dipakai untuk memformulasikan hubungan antara kekuatan ideal dengan kekuatan materiil, terutama jika faktor ekonomi terlalu diperhitungkan

Persepsi dan Isu Bahasa Dalam Media Massa

Dalam hal ini bisa diartikan bahwa bagaimana media massa membangun sebuah persepsi yang ingin dia beritakan kepada khalayak dalam hal ini para penerima berita yaitu masyarakat yang potensial dalam hal ini berita-berita apa saja yang dimuncul kan kepada masyarakat. Media dalam mengarahkan kepada masyarakat menggunakan dua cara yaitu Agenda setting yaitu suatu efek komunikasi massa dan Media exsposure yaitu sebuah bentuk dari terpaan media.

Definisi persepsi sendiri adalah sebagai proses yang kita gunakan untuk menginterpretasikan data-data sensorik, proses menerima dan menafsirkan pesan pada banyak model komunikasi sering disebut penyandian-balik (decoding). Proses ini melibatkan persepsi atau meliputi rangsangan perasaan dan proses informasi selanjutnya.

Bahasa dan konstuksi sosial

Bahasa adalah suatu penyandian atau encoding, bagaimana media melakukan pemahaman melalui simbol atau sandi-sandi, bahasa adalah asumsi media sebagai realitas yang akan diangkat. Bahasa dalam konteks ini ialah sebuah kumpulan ralitas atau fenomena yang terjadi dan menjadi perhatian atau berita masyarakat. sedangkan konstruksi sosial disini adalah konstruksi sosial terhadap sebuah isu diangkat oleh sebuah media, semisal, pejabat publik melakukan penyimpangan, dalam hal ini media mengkonstuksi/membangun sosial terhadap sebuah fenomena yang diberitahukan bagaimana khalyak menerima berita tersebut.

Politik Bahasa penamaan

Penamaan disini erat sekali dengan istilah labeling, yang dimana berkaitan dengan propaganda, propaganda sendiri adalah merujuk pada kontrol opini dengan simbol-simbol penting, atau, berbicara secara lebih konkret dan kurang melalui cerita rumor, berita, gambar, atau bentuk-bentuk lainnya. Didalam propaganda sendiri terdapat 7 unsur yaitu

Name calling

Sebutan yang buruk pada lawan politiknya, contohnya irak atau palestina disebut oleh pihak israel sebagai poros setan.

Gliterring generality

Menghubungkan sesuatu dengan kata yang baik, dipakai untuk membuat kita menerima dan menyetujui sesuatu tanpa memeriksa bukti-bukti.

Transfer

Membawa otoritas, dukungan, dan gengsi dari suatu yang dihargai dan disanjung kepada sesuatu yang lain agaar sesuatu yang lain agar sesuatu yang lain itu lebih dapat diterima. Contoh: megawati dalam spanduk kampanye menjadi calon presiden menggunakan gambar soekarno agar dapat mencitrakan bahwa megawati sama dengan sosok soekarno.

Testimoni

Memberi kesempatan pada orang-orang yang mengagumi atau membenci untuk mengatakan baahwa sebuah gagasan atau program atau produk atau seseorang itu baik atau buruk.

Plain folks

Metode yang dipakai oleh pembicara dalam upayanya menyakinkan audiens bahwa dia dan gagasan-gagasan adalah bagus karena mereka adalah bagian dari rakyat. Contoh: para legislatif menyamakan dirinya dengan para pedagang kaki lima.

Card stocking

Pemilihan dan pemanfaatkan fakta atau kebohongan, ilustrasi, atau penyimpangan, dan pernyataan-pernyataan logis atau tidak logis untuk memberikan kasus terbaik atau terburuk pada sebuah gagasan.

Bendwagon

Bahwa tawaran para propaganda menyakinka kita bahwa kelompok kita telah mengikuti program mereka.

Penamaan dan Konstitusi Identitas

Jadi media mengkonstruksi sebuah realitas sehingga setiap bahasa sangat terkait dengan penalaran pewacanaan dalam media, hal ini terkait juga dengan Labeling.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: