Skip navigation

  1. A. Pendahuluan

Di zaman yang semakin canggih, dimana pemanfaatan teknologi dan informasi menjadi sebuah keharusan dan kebutuhan, manusia dituntut untuk mampu beradaptasi dengan segala perubahannya. Dalam kehidupan, manusia tidak lepas dari proses komunikasi, yaitu sebuah proses saling bertukar informasi atau berita yang berjalan lancar dan terus menerus.

Komunikasi berasal dari bahasa Latin : Communis = sama (common) yang berarti kita mengupayakan suatu kesamaan (commoness) persepsi dengan orang lain. Dalam berkomunikasi, telah banyak manusia yang menggunakan teknologi komunikasi. Yaitu  perangkat dan sistem hasil rekayasa manusia yang digunakan sebagai media transmisi atau medium untuk menyampaikan pesan, opini atau gagasan kepada orang lain atau khalayak. Beberapa contoh yang bisa dikatakan sebagai teknologi komunikasi adalah radio, televisi, telepon, fax, komputer, internet.

Dalam makalah ini, akan dibahas lebih rinci mengenai kemajuan elektronik untuk kebutuhan komunikasi, khususnya pada media radio. Bagaimana radio menjadi salah satu bentuk teknologi komunikasi yang setiap perkembangannya memberikan pengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan komunikasi manusia.

B. Pembahasan

  1. a. Definisi Radio

Pengertian “Radio” menurut ensiklopedi Indonesia yaitu penyampaian informasi dengan pemanfaatan gelombang elektromagnetik bebas yang memiliki frequensi kurang dari 300 GHz (panjang gelombang lebih besar dari 1 mm). Menurut Versi Undang-undang Penyiaran no 32/2002 : kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio melalui udara, kabel, dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran, yang dilakukan secara teratur dan berkesinambungan.

Radio adalah alat pengubah sinyal, dengan perangkat yang terdiri dari gelombang elektromagnetik dengan frekuensi dibawah kecepatan cahaya. Radiasi elektromagnetik ini dapat mengalir di udara bebas maupun dalam ruang hampa udara. Radio mempunyai perangkat yang dapat mengubah gelombang tadi menjadi suara maupun sinyal – sinyal lain yang membawa informasi.

Radio merupakan salah satu media komunikasi dan informasi yang masih tetap ada dan bertahan di tengah perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang pesat. Keberadaan radio yang sudah bertahun – tahun juga berkembang seiring perkembangan zaman.

  1. b. Sejarah radio

Asal mula adanya sebuah radio didasari noleh sebuah penemuan di bidang fisika. Michael Faraday, seorang ahli fisika Inggris telah mendapatkan temuan di bidang ilmu kelistrikan, antara lain induksi elektomagnet dan formulasi rumus-rumus fisika mengenai induksi listrik dan magnet.

Pada tahun 1873, James Clark Maxwell, seorang ahli Astronomi fisika Skotlandia mempunyai penemuan ilmiah tentang adanya gelombang elektromagnetik yang merambat pada percepatan cahaya. Pada 1878 David E. Hughes adalah orang pertama yang mengirimkan dan menerima gelombang radio ketika dia menemukan bahwa keseimbangan induksinya menyebabkan gangguan ke telepon buatannya. Dia mendemonstrasikan penemuannya kepada Royal Society pada 1880 tapi hal itu dikatakan hanya merupakan induksi.

Antara 1886 dan 1888, Heinrich Rudolf Hertz, seorang ahli fisika Jerman pertama kali membuktikan teori Maxwell melalui eksperimen. Ia memperagakan bahwa radiasi radio memiliki seluruh properti gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian). Ia juga membuat gelombang radio dan berhasil memancarkan sampai jarak 200 meter. Dengan peralatan laboratorium yang sederhana, Hertz telah berhasil memformulasikan rumus penghitungan panjang gelombang dan menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat diformulasikan ke persamaan turunan partial disebut persamaan gelombang.

Di dalam rumusnya Ia membuktikan bahwa gelombang radio tersebut dapat dipantulkan, direfraksi, dan dipolarisasikan seperti halnya dengan sinar cahaya. Dalam percobaannya, Hertz membuat suatu spark-gap transmitter, antena pengarah dan suatu rangkaian resonator untuk menangkap kembali gelombang radio yang dipancarkan tersebut. Penemuan fisika dasar ini pada gilirannya akan menjadi titik tolak pengembangan praktis di lapangan yang berupa radio komunikasi untuk tujuan penggunaannya dalam  meningkatkan kesejahteraan hidup manusia.

Pada awal tahun 1890-an seorang Itali bernama Gugielmo Marconi mempelajari ilmu-ilmu dasar temuan para ilmuan tersebut dan berusaha mengembangkan dan menerapkannya sehingga dapat berguna secara langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Dengan menciptakan inovasi-inovasi atas dasar peralatan yang diciptakan oleh Hertz, Marconi telah berhasil meningkatkan jarak pancaran gelombang elektromagnetik dan mengisinya dengan informasi. Sehingga peralatan transmitter dan receiver ciptaan Marconi tersebut mampu menransfer informasi dari satu tempat ke tempat lain tanpa kawat, inilah awal dari komunikasi radio.

Selama ini Guglielmo Marconi dianggap sebagai penemu radio. Padahal sebenarnya banyak orang berperan dalam pengembangannya. Meski uji coba siaran radio pertama kali dilakukan tahun 1910, siaran radio sebenarnya di banyak negara baru dimulai pada tahun 1920.

Sejarah radio mengalami revolusi yang sangat panjang sehingga melibatkan banyak ilmuwan dalam proses penyempurnaan radio hingga saat ini. Berawal pada tahun 1893, Nikola Tesla mendemonstrasikan prinsip dasar cara kerja ‘wireless’ kemudian Temistocle Calzecchi-Onesti mengembangkan cara kerja tersebut dengan penerima gelombang magnetic dalam bentuk alat berupa tabung yang berisi elemen – elemen besi.

Tahap demi tahap eksperimen penyempurnaan penerjemah gelombang telah dilakukan hingga pada akhirnya Guglielmo Marconi dianugrahi penghargaaan hak cipta oleh negara inggris pada tahun 1896 dalam hal pengembangan teknologi signal transmitter.

Pada tahun 1897, dibukalah stasiun radio pertama di dunia yang bertempat di isle, Inggris. Awalnya jangkauan radio sangatlah terbatas, hanya 500 miles, namun pada tahun 1901 Marconi berhasil menyempurnakan kekuatan jangkauan gelombang radio hingga mencapai jarak 2000 miles, untuk itu ia pun mendapatkan banyak penghargaan atas penemuannya yang sangat membantu perkembangan komunikasi dunia.

  1. Perkembangan radio

Sebelum adanya bahasa tulisan, orang-orang bernyanyi untuk menceritakan dan berbagi sesuatu. Setelah teknologi cetak mulai berkembang, nyanyian dan cerita itu mulai ditulis dengan notasi dan lambang-lambang maupun symbol. Pada akhirnya, Thomas Edison memperkenalkan the speaking phonograph pada tahun 1877. Dapat dikatakan bahwa inilah cikal bakal dimana Marconi pada tahun 1896 menciptakan radio transmitter dan mulai untuk membisniskan radio. Penemuan teknologi terbaru menjadikan radio mempunyai banyak kegunaan. Di tahun 1906, Lee De Forest menemukan “vacuum tube” yang berguna untuk transmisi radio dan menerima suara dan musik.

Karya cipta merconi ditransformasikan oleh Reginald Audbrey Fessenden dengan radio wireless (tanpa kabel). “Fessenden’s experiment in 1906 is considered the world’s first voice and music broarcast”. Tokoh lain adalah Lee Dee Forrest, dia menyebut dirinya sebagai bapak radio karena pada tahun 1907 ia menemukan alat audio untuk mendeteksi radio wireless. Selain itu ia menjadi seorang penemu. Ia yang pertama kali memperkenalkan Broadcast (siaran radio) . Pada tahun 1910 ia menyiarkan lagi Enrico Caruso di Metropolitan Opera Hause. Dan itulah yang menjadi pondasi dari penyiaran radio modern.

Tahun 1912 David Sarnoff menyiarkan berita dari Nantucket Island, Massacussets bahwa ia telah menerima panggilan darurat dari kapal titanic. Empat tahun kemudian ketika ia bekerja di Marconi Company di New York, dia menulis catatan kecil tentang prediksi radio masa depan meskipun pada tahun 1916 prediksinya selalu ditolak. Isi dari catatan kecil tersebut adalah perubahan bentuk radio menjadi “radio music box”. Tapi akhirnya, ia menjabat menjadi menejer pemasaran dari RCA, Sarnoff dapat melihat bahwa prediksi itu menjadi nyata.[3]

Awalnya perusahaan radio tidak memberikan royalty kepada Composers, Authors, and Publishers (ASCAP) jika lagu mereka disiarkan. Karena perusahaan fakir, ASCAP sudah mendapatkan ketenarannya. Pada tahun 1923 ASCAP menuntut royalty dari pihak radio jika lagu mereka disiarkan. Mereka harus membayar 250 dolar selama satu tahun. Radio tidak akan hidup jika musik tak ada, maka pemilik stasiun radio itupun menyetujui untuk membayar radio tersebut.[4]

Dari pengaruh tuntutan ASCAP stasiun radio membutuhkan cara untuk mendapatkan sponsor guna membayar royalty ASCAP . Tahun 1922 adalah tahun pertama kali iklan masuk dalam radio untuk mempromosikan produk – produk. Pengguna jasa iklan pertama kali adalah Queensboro Coorp untuk mempromosikan penjualan apartemennya pada pukul lima sore, 28 Agustus 1922 dengan biaya 100 dolar  untuk sepuluh menit.

1877, Thomas Edison memperkenalkan phonograph, yang kegunaan utamanya saat itu adalah  menjadi alat hiburan musik.

1882, Emile Berliner menciotakan gramophone, yang menggunakan piring hitam yang dikenal sebagai 78 rpm “records”.

1896, Guglielmo Marconi mengembangkan pemancar radio, dan mulai masuk ke dalam bisnis radio.

1906, De Forest menciptakan vacuum tube, yaitu alat yang berfungsi memperbesar sinyal dengan mengontrol aliran dari arus listrik yang terdapat dalam sebuah tabung gelas.

1920, Frank Conrad memulai KDKA di Pittsburgh.

1926, RCA memulai NBC Radio Networks; dan semakin memungkinkan para pemasang iklan untuk memiliki akses langsung ke perumahan. Hal ini membuat kesempatan lebih besar bagi iklan untuk tersebar di targetnya, dalam privasi rumah mereka sendiri.

1927, Federal Radio Commission dibentuk.

1930 dan 1940-an, radio menjadi kekuatan politik dan budaya.

1934, Federal Communications Commision mulai terbentuk.

1949, era DJ pada radio dimulai.

1970, stasiun FM meningkat, menjadi stereo, dan memiliki semakin banyak segmentasi bagi para pendengar yang bermacam-macam.

1982, format rekaman dalam bentuk CD mulai diperkenalkan.

2002, radio di internet setuju untuk membayar proporsi dari keuntungan, baik kepada musisi maupun labelnya, atas penggunaan hak milik music.

  1. Kemajuan Elektronik Radio Untuk Kebutuhan Komunikasi

Sebagaimana telah dijelaskan bahwa manusia tidak akan lepas dari proses komunikasi. Dimana terjadi pertukaran informasi yang dilakukan secara terus menerus agar kehidupan menjadi seimbang. Pada dasarnya, komunikasi manusia membutuhkan media sebagai penghubung dalam menyampaikan pesan. Di era teknologi saat ini, manusia mulai menggunakan produk teknologi sebagai penyampai maupun perantara pesan, diantaranya radio. Melalui radio, manusia mampu menerima maupun menyampaikan pesan, baik berupa berita sebagai informasi, lagu sebagai hiburan, maupun dalam bentuk lainnya.

Dalam telekomunikasi, komunikasi radio dua-arah melewati Atlantik pertama terjadi pada 25 Juli 1920. Tidak begitu saja manusia dengan mudah menggunakan media radio sebagai media penyampai maupun penerima komunikasi. Berbagai penemuan dan percobaan dilakukan para tokoh sebagaimana yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, yang pada akhirnya berhasil dilakukan komunikasi radio pertama kalinya.

Dalam buku media impact karya Shirley Biagi menyatakan bahwa:

  • 58 percent of america’s bedrooms have radios and and 78 percent o all homes have battery-operated radios.
  • 44 percent of American listen  to the radio sometimes between midnight and 6 A.M
  • 7 percent of america’s bathrooms have radios.
  • 95 percent of America’s cars have radios.

Hal ini membuktikan bahwa, posisi radio tak kalah penting di masyarakat. Masyarakat masih menerima dan membutuhkan berbagai informasi dari radio.

Pada awal adanya komunikasi radio, radio digunakan sebagai penyebar informasi. Pada masa peperangan pun radio juga digunakan sebagai alat penyampai informasi dalam bentuk propaganda-propaganda. Zaman yang terus berubah dan perkembangan teknologi semakin meningkat mempengaruhi akan kemajuan radio sebagai alat komunikasi. Masyarakat bukan hanya membutuhkan informasi, tapi juga hiburan dalam bentuk musik, humor atau apapun. Hal itulah yang kemudian melatarbelakangi perubahan maupun perkembangan bentuk ataupun jenis radio. Radio tidak lagi berbentuk kotak besar berat yang sulit dibawa. Perkembangan radio yang didasari kebutuhan masyarakat kini terdapat dalam bentuk telepon seluler, MP3, MP4, IPod, atau yang lainya, bahkan dalam bentuk web radio pun sudah semakin marak.

Berawal dari kemajuan alat perekam yang pada akhirnya dikolaborasikan dengan teknologi radio, saat ini sudah banyak bentuk canggih radio yang juga memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berkomunikasi.

Alat perekam suara pertama yaitu Phonoautograph penemuan Leon Scott telah ada sebelum Phonograph penemuan Thomas Alpha Edison yang digunakan untuk mempelajari gelombang suara pada tahun 1857. Namun alat tersebut tidak digunakan untuk mereproduksi hasil rekaman tersebut. Phonograph diciptakan seiring dengan pengembangan perangkat telepon pada tahun 1870-an dan pada saat itulah Edison mendapat ide untuk mencetak pesan telepon di atas kertas berlapis wax manggunakan alat elektromagnetik. Setelah penemuan tersebut, bermunculan alat perekam lain seperti Graphophone dan perusahaan lain yang membuatnya. Para ilmuwan meyakini bahwa alat tersebut dibuat pada 9 April 1860 oleh ilmuwan Perancis, Edouard-Leon Scott de Martinville.

Edouard-Leon Scott de Martinville merekam suara menggunakan alat bernama phonautograph yang memindahkan gelombang suara ke dalam selembar kertas yang dihitamkan dengan asap lampu minyak. Untuk memutar rekaman itu sendiri, para ahli membuat alat pemindai digital beresolusi sangat tinggi. Dengan pemindai digital itu para ahli dapat membaca gelombang suara yang dihasilkan Edouard-Leon Scott de Martinville tersebut. Hasilnya, terdengarlah rekaman seseorang bernyanyi: ‘Au clair de la lune, Pierrot repondit‘. Edouard-Leon Scott de Martinville sendiri tidak bisa memutar ulang rekaman yang ia buat tersebut, baru pada tahun 1888 Thomas Alpha Edison dapat membuat alat yang dapat merekam sekaligus dapat memutar kembali suara yang direkam.

Pada tahun 1894, Emir Berliner mencetuskan ide untuk mencetak suara di atas piringan dan bukan silinder dengan alas an lebih mudah direproduksi. Ide piringan inilah yang berkembang menjadi disc yang kita kenal sekarang ini.

Phonograph, graphophone dan alat perekam lainnya adalah alat mekanik sampai tahun 1920 dikembangkan player dengan built in speaker yang mengizinkan pemutaran hasil rekaman dapat lebih keras suaranya. Hingga akhir perang dunia II, phonograph atau dikenal juga dengan gramaphone adalah satu-satunya alat perekam dan playback yang umum digunakan, tetapi zaman sudah mulai berubah. Hollywood mulai mengambil peranan dalam perkembangan rekaman dengan menggunakan suara di film.

Tape Recording

Pada akhirnya, pengembangan tape recording yang menggantikan phonograph, karena lebih mudah dan biayanya yang lebih terjangkau. Tape mulai populer tahun 1950-an. Perkembangan tape recorder ini membawa perubahan yang pesat dalam membuat musik. Karena dengan tape, proses edit menjadi lebih mudah, pemberian efek fade in dan fade out bisa dilakukan. Jika sebelumnya seorang artis harus membawakan lagu dengan sempurna saat direkam, dengan adanya tape recording, proses penambalan dan edit yang lebih mudah, berbagai kesalahan dapat diperbaiki dengan mudah.

Multitrack Recording

Pada tahun 1940-an mulainya eksperimen dengan menggunakan multitrack recording yang terus berkembang menjadi lebih rumit hingga tahun 1960-an. Dengan adanya multitrack recording, teknik merekam dengan memisahkan grup artis dapat dilakukan. Efek lain yang ditimbulkan oleh multitrack recording ini adalah munculnya suara stereo. Para insiyur suara pada tahun 1930-an mulai bereksperimen dengan merekam menggunakan 2 microphone, 2 amplifier, dan 2 speaker yang menyebabkan efek aural yang menyenangkan. Pada tahun 1960-an, 8 track player yang biasa diasosiasikan dengan player untuk mobil menjadi sangat popler namun segera mati dan digantikan oleh kaset.

Tahun 1963 Philips mengenalkan Compact audio cassette atau yang lebih kita kenal sebagai kaset sebagi media penimpan audio baru. Perusahaan yang berbasis di Eindoven Belanda ini baru menjual massal penemuan mereka ini pada tahun 1965, kemudian pada tahun 1971, Advent Corporation memperkenalkan Model 201 tape deck yang merupakan ibu dari tape yang selama ini kita kenal. Dalam perkembangan berikutnya pada awal dekade 1980-an lahirlah Walkman yang dibuat oleh perusahaan elektronik dari Jepang yaitu Sony. Perusahaan ini membuat alat pemutar kaset portable yang ukurannya tak lebih dari ukuran kotak makan.

Digital Recording

Mulai tahun 1980-an teknologi digital recording mulai berkembang. Tahun 1984 Sony memperkenalkan Compact Disk CD yang berbentuk seperti cakram kecil dengan lubang ditengahnya. Ide dari pembuatan CD ini adalah merampingkan bentuk media penyimpan musik populer selama ini yaitu kaset yang dirasa terlalu besar. Disamping itu pengenalan CD ini juga bertujuan untuk membuat kualitas audio yang dihasilkan menjadi lebih baik selain kepraktisan dalam penyimpanan.

Lahirnya CD kemudian diikuti oleh lahirnya VCD dan DVD yang dapat menyimpan bentuk visual bergerak selain dapat menyimpan bentuk audio. Lahirnya CD dan perkembangannya tidak dapat dipungkiri merupakan awal dari revolusi musik digital karena data-data yang disimpan dalam CD adalah data-data audio dalam format digital. Dan pada tahun 1990-an, budaya rekaman sudah mencapai era yang sangat berubah dari budaya awal. Dengan segala kemudahan menggunakan peralatan multimedia, dengan semuanya sudah berupa file digital, hobbyist dan pemakai komputer biasa sudah bisa merekam dan mengedit materi digital dan me-mixingnya. Musical Instrument Digital Interface (MIDI) juga mengubah bagaimana musik dibuat. Format Audio Digital sendiri banyak sekali macamnya, seperti WAV, AAC, WMA, Ogg Vorbis, Real Audio, MIDI dan tentu saja yang paling populer adalah MP3.

MP3 yang secara teknis disebut MPEG 1 Audio Layer3 lahir dari kerjasama antara tim dari Fraunhofer Institute Jerman dan Digital Audio Broadcasting (DBA). Proyek mereka ini diberi nama EUREKA EU147. Kerjasama yang dimulai pada tahun 1985 ini ide besarnya adalah membuat format audio yang serealistik mungkin dengan ukuran file yang sekecil mungkin. Tim yang diketuai oleh Profesor Dieter Seitzer dan Profesor Heinz Gerhauser akhirnya menemukan algoritma yang dapat menangkap berkas suara yang tidak tertangkap telinga. Berkas suara ini sendiri dapat dimampatkan sebesar 1/10 dari ukuran semula. Algoritma yang bernama ISO-MPEG Audio Layer-3 (IS 11172-3 dan IS13818-3) ini kemudian distandarisasi secara global dengan Moving Picture Experts Group (MPEG) agar dapat diterima secara internasional.

Ditahun 1995 tim dari Fraunhofer Institute Jerman membuat Wimplay yang merupakan pemutar musik versi Windows yang bisa memecah algoritma MP3 sehingga dapat dinikmati secara realtime. Wimplay inilah yang menjadi cikal bakal Media player yang terdapat di Personal Computer.Dalam perkembangannya berikutnya lahirlah iPOD yang merupakan pemutar MP3 portable yang digagas oleh Steve Jobs yang merupakan CEO Apple inc.

Perkembangan teknologi dari masa ke masa tidak dapat dipungkiri memberi dampak bagai pedang bermata dua. Di satu sisi perkembangan teknologi pemutar musik kesempatan bagi tersebarnya produk-produk musik secara luas kepada penikmatnya. Disisi lain pembajakan musik menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan bagi perkembangan industri musik sendiri, dalam hal ini dapat dikatakan industri teknologi informasi bisa menjadi madu sekaligus racun bagi industri musik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: