Skip navigation

Revisi Abstrak

Abstrak

Pengaruh Media Massa Dalam Perkembangan Sistem Komunikasi masyarakat Pedesaan

 

Perkembangan media massa di pedesaan dewasa ini sangat mempengaruhi pola komunikasi masyarakat pedesaan. Hadirnya media massa turut serta dalam merubah paradigma masyarakat pedesaan dalam mendapatkan informasi.  Masyarakat desa memeproleh kebebasannya dalam memperoleh informasi guna proses pembangunan di pedesaan. Kontibusi media massa bagi masyarakat pedesaan tak dapat dipungkiri merupakan bagian dari pola komunikasi pembangunan diantara pemerintah , media massa dan masyarakat pedesaan. Media massa bagi proses perkembangan komunikasi masyarakat pedesaan memiliki dukungan untuk menggerakkan, memotivasi, merencanakan dan mendukung partisipasi masyarakat desa dalam menyuskseskan pembangunan di desa mereka dengan hadirnya media massa sebagai saluran informasi.

Kehadiran media massa di masyarakat pedesaan tak begitu saja berjalan dengan baik karena masih saja ditemui distorsi informasi akibat daya cerna masyarakat pedesaan berbeda-beda dalam menangkap pesan media massa. Selain itu bagaimana pengaruh media massa terutama dalam perubahan nilai-nilai yang sudaha da di masyarakat pedesaan dan apa mendasran bagi pelaksanaan komunikasi pembangunan di pedesaan melalui media massa sebagai salurannya.

Secara teoritis makalah ini berangkat dari asumsi model jarum hipodermik dimana arus komunikasi berjalan satu arah. Teori jarum hipodermik memiliki pengaruh yang sangat kuat sehingga khalayak menjadi pasif dalam menrima informasi yang disiarkan media massa. Teori ini dipakai karena secara kasuistik di pedesaan media massa memiliki penagruhnya yang kuat tak terbendung karena tingkat literasi masyarakat pedesaan masih sangat rendah.

Media massa sebagai sumber informasi di pedesaan telah membawa sebuah perubahan secara signifikan bagi pola piker masyarakat pedesaan. Kini masyarakat pedesaan memiliki ketergantungan yang kuat terhadap informasi yang disampaikan oleh media massa dan kehadiran media massa telah menggeser struktur social masyarakat pedesaan dengan refrensi informasi bukan dari seorang opinion leader yang secara tradisional di pahami seorang tokoh masyarakat memiliki otoritasnya sebagai sumber informasi satu-satunya. Perubhan ini juga ditengarai akibat kebijakan pembangunan di pedesaan dengan perpektif komunikasi pembangunan.

Peranan media massa sebagai agen pembangunan juga tak terlepas dari kekurangan yanga da seperti ketidaksiapan sebagain besar masyarakat pedesaan dalam mencerna informasi yang mereka peroleh. Seringkali informasi yang didapt ditelan mentah-mentah dan menerimanya cenderung bersikap pasif. Inilah yang menjadi persoalan yang ditulis di makalah ini tentang pengaruh media massa bagi perkembangan system komunikasi masyarakat pedesaan.

 

 

BAB I

Pendahuluan

 

Pengaruh media massa di pedesaan dalam decade terakhir ini berkembang dengan pesat, masuknya media cetak dan media elektronik di pedesaan turut mempengaruhi budaya masyarakat pedesaan.  Pengaruh yang paling dominan ialah perubahan gaya hidup maupun cara bertutur masyarakat pedesaan. Kebebasan memperoleh informasi yang didapat masyarakat pedesaan telah membuka sebuah pemahaman dan kesdaran masayrakat desa akan pentingnya informasi sehingga turut andil dalam proses perubahan social. Kesadaran akan informasi dengan  sendirinya mendidik masyarakat pedesaan menjadi kritis namun disisi lain tak dapat dipungkiri pengaruh media massa juga berdampak buruk karena ketidaksiapan masyarakat desa untuk mendapatkan informasi yang disampaikan oleh media massa.  Kadangkala banyak ditemui ketidakmengertian masyarakat desa dalam mencerna berbagai informasi yang mereka terima dari media massa.

Secara tradisional system komunikasi di pedesaan bersifat interpersonal. Pola komunikasi interpersonal adalah pola yang sangat efektif yang memberikan daya susup pengaruhnya kepada masyarakat desa. Namun kehadiran media massa di pedesaan memberikan warna berbeda dan pola komunikasinya pun berubah tidak hanya mengandalkan pola komunikasi interpersonal saja melainkan juga beragam jenis pola komunikasi seperti komunikasi kelompok dan komunikasi massa. Dalam makalah ini saya akan memaparkan perkembangan system komunikasi masyarakat pedesaan dari pola komunikasi massa di mana kehadiran media massa memainkan peranan yang signifikan dalam menentukan opini masyarakat pedesaan. Di makalah ini saya hanya memfokuskan pengaruh media massa dalam masyarakat pedesaan yang mau tak mau rujukan dalam makalah ini ialah komunikasi pembangunan.

Sebelum membahas terlalu jauh saya akan coba menjelaskan relevansi komunikasi pembangunan terhadap perkembangan sistem komunikasi masyarakat pedesaan dan tentunya pengaruh media massa tak dapat dilepaskan dari konteks komunikasi pembangunan. Secara teoritik, makalah yang saya ulas ini mengacu pada teori jarum suntik hypodermik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

LANDASAN TEORITIS

Secara substansial model ini adalah one step flow, artinya arus komunikasi berjalan satu arah (dari media massa ke audience). Dasar pemikiran yang melatarbelakangi model ini adalah keyakinan bahwa khalayak itu bersikap pasif terhadap berbagai macam informasi yang disebarkan/disiarkan media massa, sebaliknya media aktif untuk mempengaruhi audience. Akibatnya, berbagai informasi yang dating dari media kepada khalayak akan selalu mengenai audience. Teori ini juga disebut teori peluru (bullet theory). Jika sebutir peluru dikeluarkan dari katupnya, ia akan selalu menemukan sasaran. Dan sasaran yang dimaksud dalam teori peluru itu tak lain adalah khalayak.

Ditinjau dari segi efeknya, pesan media menurut asumsi model ini sangatlah kuat. Pesan media diibartkan bagai melesatnya sebutir peluru yang dating mencari sasaran sehingga sulit bagi audience untuk menghindar.

 

 

BAB III

Komunikasi Pembangunan dan Dampaknya bagi Masyarakat Pedesaan

 

Di banyak Negara dunia ketiga termasuk Indonesia, pembangunan pedesaan masih merupakan tantangan besar yang harus dihadapi. Dari segi tata laksana, pembangunan masyarakat pedesaan memerlukan berbagai macam sumber daya untuk pengelolaan pembangunan salah satunya adalah media massa. Media massa sangat memegang peranan vital bagi kunci pembangunan karena sejatinya pembangunan tak akan dapat terlaksana apabila tak memuat informasi yang dibutuhkan bagi masyarakat pedesaan dalam rangka mencapi tujuan pembangunan. Media massa sangat diperlukan sebagai kunci pembangunan karena media massa dapat menumbuhkan, menggerakkan, memotivasi, dan mengorganisir partisipasi masyarakat desa dalam pembangunan. Disinilah bobot signifikansi media massa bagi masyarakat apalagi di pedesaan sebagai corong informasi yang terdepan. Sadar atau tidak peranan dan pengaruh media massa di Indonesia sudah sejak lama memberikan andil bagi percepatan pembangunan dan akses ke dunia luar dan semakin menambah kemajuan masyarakat itu sendiri.

Disini saya akan mengulas secara singkat baik teori maupun definisi komunikasi pembangunan dan analisis Hedebro yang mengindentifikasikan tiga aspek komunikasi dan pembangunan, rumusan Wilburm Schramm tentang tugas pokok komunikasi dalam konteks perubahan social yang berkolerasi dengan pembanguna, penjabaran Shramm mengenai fungsi-fungsi media massa, dan catatan tentang peranan komunikasi dalam pembangunan yang dikemukan oleh Hedebro (1979) di mana ia merilis 12 peran yang dapat dilakukan komunikasi pembangunan. Hedebro (1979) mengindentifikasikan tiga aspek komunikasi dan pembangunan yang berkaitan dengan tingkat analisanya, yaitu:

(1)   Pendekatan yang berfokus pada pembangunan suatu bangsa, dan bagaimana media massa dapat menyumbang dalam upaya tersebut. Disini, politik dan fungsi-fungsi media massa dalam pengertian yang umum merupakan obyek studi, sekaligus masalah-masalah yang menyangkut struktur organisasional dan pemilikan, serta control terhadap media. Untuk studi jenais-jenis ini, sekarang digunkan istilah kebijakan komunikasi, dan merupakan pendekatan yang paling luas dan bersifat general (umum).

(2)   Pendekatan yang juga dimaksudkan untuk memahami peranan media massa dalam pembangunan nasional, namun jauh lebih spesifik. Menurut pendekatan ini, media dilihat sebagai pendidik atau guru, dan idenya adalah bagaimana media massa dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan kepada masyarakat bermacam keterampilan, dan dalam kondisi tertentu mempengaruhi sikap mental dan perilaku mereka. Persoalan utama dalam studi jenis ini adalah bagaimana media dapat dipakai secara paling efisien untuk mengajarkan pengetahuan tertentu bagi masyarakat suatu bangsa.

(3)   Pendekatan yang berorientasi kepada perubahan yang terjadi pada suatu komunitas local atau desa. Konsentarsinya adalah pada memperkenalkan ide-ide abru, produk dan cara-cara baru, dan penyebarannya di suatu desa atau wilayah. Studi jenis ini mendalami bagaimana aktivitas komunikasi dapat dipakai untuk mempromosikan penerimaan yang luas akan ide-ide dan produk baru.

Schramm (1964), dalam karya klasiknya merumuskan tugas pokok komunikasi dalam suatu perubahan social darangka pembangunan nasional, yaitu:

(1)   Menyampaikan kepada masyarakat, informasi tentang pembangunan nasional, agar mereka memusatkan perhatian pada kebutuhan akan perubahan, kesempatan dan cara mengadakan perubahan, sarana-sarana perubahan, dan membangkitkan apresiasi nasional.

(2)   Memberikan kesempatankepada masyarakat 7untuk menegmabil bagian secara aktif dalam proses pembuatan keputusan, memperluas dialog agar melibatkan semua pihak yang akan membuat keputusan mengenai eprubahan, member kesempatan kepad apara pemimpin masyarakat untuk memimpin dan mendengarkan pendapat rakyat ekcil, dan menciptakan arus informasi yang berjalan lancer dari bawah ke atas.

Media massa menurut Schramm, dapat melakukan fungsi-fungsi yang berikut ini:

(1)   Sebagai pemberi informasi. Tanpa media massa sangatlah sulit untuk menyampaikan informasi secara cepat dan tepat waktu seperti diharapkan oleh suatu Negara yang sedang membangun.

(2)   Pembuatan keputusan. Dalam hal ini media massa berperan sebagai penunjang karena fungsi ini menuntut adanya kelompok-kelompok diskusi yang akan membuat keputusan, dan media massa menyampaikan bahan untuk didiskusikan serta memperjelas masalah yang sedang diperbincangkan.

(3)   Sebagai pendidik. Sebagian dapat dilaksanakan sendiri oleh emdia massa, sedangkan bagian lainnya dikombinasikan dengan komunikasi antarpribadi.

Dengan kemampuannya membantu masyarakat Negara berkembang mengenali kehidupan di Negara lain, media massa memiliki potensi pembebas yang meluaskan cakrawala pemikiran agar tidak “terpenjara” dalam batas-batas ketidaktahuan dan keterbatasan lai yang umum ditemui pada masyarakat belum maju. Media massa diketahui memiliki kekuatan mengendalikan pengetahuan khalayaknya melalui apa-apa yang disiarkan dan tidak disiarkannya. Krena itu dengan mengorganisir demikian rupa isi epsan yang disampaikannya, media massa pada dasarnya dapat membantu masyarakat memusatkan perhatian pada masalah-masalah pembangunan. Termasuk ke dalamnya mengenai sikap-sikap baru yang diperlukan, dan keterampilan yang harus dimiliki untuk mengubah keadaan suatu bansga yang sedang membangun.

Dengan menyairkan suatu semangat kebersamaan, dan dengan mengikutsertakan sebanyak mungkin angggota masyarakat yang menjadi khalayaknya, media massa dapat menumbuhkan suatu aspirasi bersama di kalangan anggota masyarakat.

Catatan tentang peranan komuniaksi dalam pembangunan masihd apat diperpanjang, terutama karena semakin kompleksnya tuntutan pemabngunan itu sendiri. Dari berbagai ulasan yang dikemukakan para ahli, Hedebro (1979) mendaftar 12 peran yangd apat dilakukan komunikasi dalam pembangunan, yakni:

(1)   Komunikasi dapat menciptakan iklim bagi perubahan dengan membujukkan nilai-nilai, sikap mental, dan bentuk perilaku yang menunjang modernisasi.

(2)   Komunikasi dapat mengajrakan keterampilanbaru, mulai dari abca tulis ke pertanian, hingga ke keberhasilan lingkungan, dll (Schramm, 1967)

(3)   Media massa dapat bertindak sebagai penggada sumber-sumber daya pengetahuan.

(4)   Media massa dapat mengantarkan pengalaman-pengalaman yang seolah-olah dialami sendiri, sehingga mengurangi biaya psikis dan ekonomis untuk mencipatkan kepribadian yang mobile.

(5)   Komunikasi dapat meningkatkan aspirasi yang merupakan perangsang bertindak nyata.

(6)   Komunikasi dapat membantu masyarakat menemukan norma-norma baru dan keharmonsan dari masa transisi (Rao, 1966).

(7)   Komunikasi dapat membuat orang lebih condong untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan di tengah kehidupan bermasyarakat.

(8)   Komunikasi dapat mengubah struktur kekuasaan pada masyarakat yang bercirikan tradisonal, dengan membawakan pengetahuan kepada massa. Mereka yang memperoleh informasi, akan menjadi orang berarti, dan para pemimpin tradisional akan tertantang oleh kenyataan bahwa ada orang-orang lain yang juga mempunyai kelebihan dalam hal informasi.

(9)   Komunikasi dapat menciptakan rasa kebangsaan sebagai sesuatu yang mengatasi kesetiaan-kesetiaan local.

(10)                       Komunikasi dapat membantu mayoritas populasi menyadari pentingnya arti mereka sebagai warga Negara, sehingga dapat membantu meningkatkan aktivitas politik (Rao, 1966).

(11)                       Komunikasi memudahkan perencanaan dan implementasi program-program pembangunan yang berkaitan dengan kebutuhan penduduk.

(12)                       Komunikasi dapat membuat pembangunan ekonomi, social, dan politik menjadi suatu proses yang berlangsung sendiri (self -pertualing) .

Pentingnya potensi dan kontribusi media massa bagi pembangunan seperti yang telah dulas oleh para pakar komunikasi baik Shramm maupun Hedebro sama –sama sepakat bahwa media massa memiliki kekuatan untuk mempengaruhi khalayak di mana media massa berperan dalam merubah nilai-nilai, sikap mental dan bentuk perilaku yang menunjang modernisasi. Di samping itu kontribusi yang besar media massa bagi masyarakat ialah kekuatannya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Media massa bertindak sebagai saluran yang menyampaikan pesan-pesan pembangunan kepada setiap lapisan masyarakat termasuk masyarakat pedesaan.

Ahli-ahli komunikasi dalam dasawarsa 1950 dan 1960 menaruh harapan besar pada potensi media massa untuk menimbulkan pembangunan social ekonomi di daerah pedesaan. Media massa memiliki kemampuan yang besar untuk menyebarkan pesan-pesan pembangunan kepada banyak orang, yang tinggal di temapt terpisah dan tersebar, secara serentak dan dengan kecepatan tinggi. Oleh karena itu media massa dijuluki sebagai “ pengganda ajaib” (Rogers, et al., 1985). Bagi Negara dunia ketiga termasuk Indonesia peranan media massa di masyarakat pedesaana dalah factor kunci bagi kberhasilan modernisasi dalam pembangunan nasional apalagi Pemerintah dalam hal ini telah mencangkan Rencana Pembangunan Nasional Jangka Panjang (RPJP) yang bersinergi dengan capaian-capaian MDGs untuk mendongkrak tingkat literasi masyarakat dan pencapain human development index,sehingga bansga ini dapat mengejar ketertinggalannya tanpa harus terperdaya oleh invansi budaya asing.

Komunikasi pembangunan menemukan urgensinya tatkala proses transformasi social masyarakat pedesaan mencapai kualitas yang diharapkan. Media massa dapat menjadi sumber informasi yang mendidik, menggerakkan, mendorong dan mengorganisir potensi masyarakat pedesaan agar dapat maju yang tentunya ada sebuah perubahan paradigma dalam masyarakat itu sendiri. Perubahan paradigm memiliki relevansinya dengan kesiapan masyarakat dalam menerima segala informasi dan cerdas mengolah informasi. Sebagai ilustrasi media massa dapat menyediakan informasi pada khalayak dan memotivasi mereka (masyarakat desa) agar mengadopsi inovasi pertanian, kesehatan, keluarga berencana, mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah yanglebih tinggi,d an lebih tahu tentang berita nasional dan internasional. (Rogers, et. Al., 1985).

Menurut Chalkley media massa dalam pembangunan berfungsi untuk: (1) member tahu masyarakat tentang fakta kehidupan ekonomi mereka, kemudian (2) menginterpretasikan fakta tersebut agar dipahami oleh masyarakat iyu, dan kemudian (3) mempromisikan hal tersebut agar masyarakat menaydari betapa serius masalah pembangunan yang mereka hadapi dan memikirkan lebih lanjut masalah itu, serta menyadarkan mereka pada solusi-solusi yang mungkin ditempuh (Medis, 1980).

Selain itu komunikasi pembangunan di mana media massa sebagai agen pembangunan juga memiliki kekurangannya seperti tingkat literasi setiap penduduk desa yang berbeda baik umur, status social, pendidikan dan pekrjaan. Hamper semua masyarakat pedesaan tingkat literasinya masih amat minim sehingga informasi yang disampikan oleh media massa kadangkala ditelan mentah-mentah dan bayak ditemui kasus masyarakat desa belum siap secara lansgung menerima informasi yang diberitakan oleh media massa. Menurut Rogers,et al. (1985), ketidaktepatan memberikan informasi disebabkan karena isi media massa yang sangat mengutamakan hiburan dan iklan. Isi media massa seperti itu memotivasi penduduk pedesaan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik seperti yang ditunjukan oleh media massa. Ironisnya banyak masyarakat di pedesaan tidak memiliki kemampuan yang efektif untuk mencapinya dan bahkan sering dijumpai menciptakan kesenjangan social diantara sesame masyarakat desa. Misalnya, karena rayuan iklan di media massa yang mempengaruhi gaya hidup masyarakat desa , ada seorang warga desa yang sudah mempunyai kemampuan secara materi untuk memiliki sebuah hand phone terbaru sedangkan masyarakat desa yang lain merasa dirinya rendah karena tak mampu membeli barang seperti itu yang tidak sesuai dengan ukuran pendapatannya.

Melihat kasus diatas sudah jelas pengaruh media massa bagi pembangunan masyarakat pedesaan di mana media massa sesuai dengan 12 analisis peran media masa menurut Hedebro dapat menciptakan nilai-nilai, sikap mental dan perilaku. Disini media massa memiliki kekuatan untuk mengendalikan pikiran dan tindakan masyarakat desa karena setiap masyarakat desa pada umumnya memperoleh akses informasi secara tradisional bersandarkan pada informasi dari opinion leader, disamping hadirnya media massa dan ketidaksamaan tingkat literasi dalam mencerna informasi.

BAB IV

KESIMPULAN

Perkembangan pesat media massa yang terjadi saat ini telah memberikan dampaknya bagi perubahan pola komunikasi masyarakat di pedesaan. Jika dahulu pola komunikasinya secara interpersonal dengan memeperoleh informasi dari seorang opinion leader maka saat ini telah terjadi perubahan paradigm masyarakat pedesaan dalam mendaptkan sumber-sumber informasi. Tak lain dan tak bukan sumber-sumber informasi tersebut diperoleh dari media massa dan dalam waktu sekejap media massa sudah memiliki pengaruh yang kuat bagi perkembangan system komunikasi masyarakat pedesaan. Komunikasi yang disalurakan oleh media massa bersifat massif dan masslal sehingga hadirnya media massa sudah barang tentu mengubah struktur kekuasaan pada masyarakat desa yang bercirikan tradisional. Adanya proses transformasi dalam berkomunikasi adalah sebuah parameter untuk melihat sejauh mana media massa dapat memberikan daya susupnya kepada masyarakat pedesaan. Pengaruh media massa bagi system komunikasi masyarakat pedesaan berkorelasi dengan aspek-aspek komunikasi pembangunan. Penulis telah menjelaskan secara memadai hubungan antara keberadaan media massa dengan konteks komunikasi pembangunan. Dalam komunikasi pembangunan, media massa memiliki kekuatan besar dalam menginformasikan,menggerakkan, memotivasi,memberdayakan pesan-pedan pembangunan kepada masyarakat pedesaan. Disini peran aktif antara media massa, pemerintah dan masyarakat sendiri dapat mencapai tujuan-tujuan pembangunan nasional yang memang dirancang untuk kesejahteraan masyarakat sesuai dengan amanat konstitusi Negara.

DAFTAR PUSTAKA

Nasution, Zulkarimen. Komunikasi Pembangunan; Pengenalan Teori dan Penerapannya. Penerbit: PT. Rajagrafindo Persada. Jakarta: 2007.

Nurudin. Sistem Komunikasi Indonesia. Penerbit: PT. Rajgrafindo Persada. Jakarta: 2005

Jahi, Amri (Ed). Komunikasi dan Pembangunan pedesaan Di Negara-Negara Dunia Ketiga;Suatu Pengantar. PenerbitPT Gramedia. Jakarta: 1988.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: